Rabu, 10 Maret 2021

Bareskrim Usut Dugaan Pidana Perbankan PT Bosowa Yang Tak Jalankan Perintah OJK


JAKARTA-- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana perbankan pada PT Bosowa Corporindo.

Dari informasi yang diterima, Subdit Perbankan Dit Tipideksus Bareskrim memeriksa PT Bosowa Corporindo lantaran tidak menjalankan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sebagaimana diatur dalam pasal 54 UU 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam penyidikan dugaan tindak pidana ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 21 orang saksi yang berasal dari pihak OJK, Bank Bukopin, KB Kookmin, Kopelindo, Tim Technical Assietance BRI serta Bosowa Corporindo.

Selain itu, tiga orang saksi ahli yakni pidana, tata negara dan korporasi juga telah diperiksa.

Masih dalam informasi tersebut, penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap surat dan dokumen yang terkait dengan perkara yakni surat perintah tertulis berikut surat teguran dan peringatan dari OJK.

PT Bosowa Corporindo merupakan pemegang saham 23 persen di Bank Bukopin. Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bukopin, pemegang saham telah memutuskan untuk melakukan aksi korporasi melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau lebih banyak disebut private placement.

Namun dalam rapat tersebut, pemilik saham 23 persen di Bank Bukopin yakni PT Bosowa Corporindo memilih untuk meninggalkan rapat alias walkout.

Bosowa dinyatakan tidak melaksanakan perintah OJK sebagaimana Surat Perintah Tertulis OJK No.SR-17/D.03/2020 tanggal 10 Juni 2020 hal Perintah Tertulis dan Perintah No. SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli hal Perintah Tertulis Pemberian Kuasa Khusus kepada tim technical assistance dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Sanksinya adalah, Bosowa tidak lulus sebagai pemegang saham pengendali.

Kuliah Umum di UI, Kapolri Beberkan Peran Polri Tingkatkan Kerukunan Hidup Berbangsa


JAKARTA-- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kuliah umum kebangsaan yang digelar oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Pascasarjana sekolah kajian strategik dan Global di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). 

Kapolri memaparkan bagaimana peran Polri dalam rangka meningkatkan kerukunan hidup berbangsa dan penegakan hukum yang presisi untuk mewujudkan Indonesia maju. 

"Tantangan saat ini adalah tantangan polarisasi yang masih ada barier (hambatan) saat Pilkada dan Pilpres, belum move on untuk bersatu membangun bangsa ini," kata Sigit mengingatkan. 

Untuk itu, sambung Listyo, Polri ingin mengambil peran dalam menangani persoalan tersebut dengan mengarusutamakan moderasi beragama. 

Moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan didasarkan fakta bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam suku, bahasa, budaya dan agama. Disamping itu, merubah mindset Polsek di seluruh Indonesia sebagai basis problem solving. 

"Dan juga memberikan ruang dalam UU ITE untuk diberikan mediasi," tanda Kapolri. 

Disisi lain, Kapolri mengajak Alumni UI untuk melihat peluang bonus demografi di Indonesia agar dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan juga kesejahteraan demi kemakmuran masyarakat bisa meningkat salah satunya dengan merawat khebinekaan. 

"Juga diperlukan upaya secara bersama-sama melakukan pencegahan Covid-19 agar berdampak kepada perekonomian yang semakin baik," tandas Listyo. 

Dalam kuliah umum ini, Kapolri didampingi oleh Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Kadiv Humas Irjen Argo Yuwono dan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Selasa, 09 Maret 2021

Hadirkan Pelayanan Tanpa Kehadiran Masyarakat, Kapolri Minta Korlantas Terus Berinovasi


TANGERANG- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka rapat kerja teknis (rakernis) fungsi lalu lintas (lantas) tahun 2021 di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (10/3/2021).


Dalam arahannya, Jenderal Sigit mengapresiasi jajaran lantas atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas)  di tengah pandemi Covid-19.


"Diibaratkan film marvel bahwa polantas seperti manusia baja karena dalam situasi apapun, hujan, panas, gelap, bencana selalu hadir," kata Listyo.


Mantan Kabarerskrim Polri ini menyebut polisi lalu lintas (polantas) merupakan perwakilan Polri yang selalu berada di garis depan dalam melayani masyarakat.


"Tentunya ada risiko yang melekat. Kegiatan positif akan berdampak positif organisasi polri dan sebaliknya. Maka harus kita jaga perform dengan baik dan prima," ucapnya.


Tak lupa, jenderal bintang empat ini meminta jajaran Polantas harus mampu melakukan transformasi yang presisi, baik dalam organisasi, operasional, pelayanan publik dan pengawasan. Selain itu, jajaran Polantas diminta memanfaatkan teknologi agar pelayanan ke masyarakat bisa maksimal.


"Saya minta kepada lantas mempunyai performance yang bagus dan hal-hal yang berisiko diganti dengan teknologi, dan tugas difokuskan pada pengaturan lantas, mengurai kemacetan," ucapnya.


Lebih lanjut, mantan Kapolda Banten ini mengatakan, jajaran Polantas harus memikirkan bagaimana memberikan pelayanan masyarakat, tanpa kehadiran masyarakat. Salah satu contohnya yakni bagaimana pembuatan pelayanan SIM ke depan bisa melaksanakan ujian sim dengan aplikasi.


"Baru praktik ke gerai-gerai yang telah disiapkan. Mungkin dikasih gerai simulasi praktik SIM," katanya.

Jalin Komunikasi, Tim Divisi Humas Polri Silaturahmi ke Ponpes Ushulul Hikmah AL Ibrohimi Gresik


GRESIK - Usai menghadiri  Focus Group Discussion (FGD)di Polresta Sidoarjo, Tim dari Divisi Humas Polri, yang dipimpin oleh Kabag Penum Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan, melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Gresik .

Didampingi oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Dir Intelkam Polda Jatim, dan  Kapolres Gresik AKBP Arif Fitrianto, Tim tersebut  melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Ushulul Hikmah AL Ibrohimi, Manyar, Kabupaten Gresik.


" Kedatangan kami di Pondok Pesantren (Ponpes) Ushulul Hikmah AL Ibrohimi, ini dalam rangka Silaturahmi dengan pengasuh Ponpes dan para santri agar terjalin komunikasi yang baik," kata Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan,Selasa (9/3/21).

Tim Div Humas Polri ini juga memberikan pengarahan kepada para santri di Ponpes tersebut tentang bahaya terorisme dan paham radikalisme yang bisa mengancam kerukunan dan eksistensi negara atau bangsa Indonesia.

"Silahkan jika ingin melakukan Jihad Sabilillah untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat dengan cara atau jalan yang benar sesuai ajaran agama, namun jangan sampai terpapar paham radikalisme," tutur Kombes Ahmad.

Kombes Ahmad juga berharap kepada para pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dan Santri membantu pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Pemerintah dan Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya bantuan dan peran serta masyarakat," kata Kombes Ahmad.

Bantuan yang dimaksud lanjut Kombes Ahmad dapat berupa membantu memberikan informasi kepada Polisi tentang adanya potensi radikalisme di wilayah masing-masing.

Sementara itu pengasuh pondok pesantren (ponpes) Ushulul Hikmah AL Ibrohimi, Manyar, Kabupaten Gresik. KH. Zainur Rosyid Chusnan menyebutkan, bahwa ajakan terhadap penanggulangan terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh tim Divisi Humas Mabes Polri ini cukup baik dan perlu ditindak lanjuti.

"Kedatangan tim dari Divisi Humas Mabes Polri ini sangat baik, kedatangan ini untuk memberikan pemahaman tentang paham radikalisme dan terorisme kepada para santri," ungkap KH. Zainur Rosyid Chusnan.

Pengasuh Ponpes  Ushulul Hikmah AL Ibrohimi menambahkan jika para santri terpupuk dengan baik, tentu paham radikalisme tidak akan bisa masuk ke Ponpes.

Menurut  KH. Zainur Rosyid Chusnan,jika sampai para santri di pondok pesantren terpapar paham radikalisme, maka itu dipengaruhi oleh dua hal diantaranya, salah dalam berakidah dan salah dalam berteologi.

"Pesan kami adalah, carilah seorang guru yang tepat yang cinta kepada agama dan cinta kepada negeri,sehingga negara ini bisa aman, damai dan sejahtera," pungkas KH. Zainur Rosyid Chusnan. 

Selasa, 09 Februari 2021

Peringati HPN ke-75, Kapolda Berikan Surprise Ke Wartawan Polda Jatim.





Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, berikan surprise kepada awak media di Hari Pers Nasional (HPN) ke-75, 2021. Hal ini merupakan bentuk kebersamaan tanpa batas antara Pejabat dengan Wartawan yang biasa meliput di Polda Jatim.


Kegiatan tumpengan sederhana yang dilakukan oleh wartawan Kelompok Kerja (Pokja) Polda Jatim ini kerap dilakukan saat peringatan HPN tiba, mereka kerap mengisi acara tersebut dengan pengajian khataman Al-Quran, maupun hanya sekedar potong tumpeng secara sederhana saja.


Namun di peringatan HPN kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, orang nomer satu di Kepolisian Daerah Jawa Timur ini tiba-tiba datang dengan membawa kue tar, seluruh awak media yang hadir merasa terkejut dengan kedatangan Jenderal Bintang dua itu. 


Keakraban sangat terasa di peringatan HPN ke-75, yang berlangsung di Gedung Konferensi Pers Polda Jatim, pada Selasa (9/2/2021) ini. Canda tawa, senda gurau, tak terelakkan antara Kapolda dengan Wartawan Pokja Polda Jatim.


Dalam kesempatan ini Kapolda Jatim mengucapkan selamat Hari Pers Nasional, dan berterimakasih kepada Pers, karena selama bertahun tahun menjadi pejabat di Kepolisian dan membesarkan namanya tidak lain insan pers. 


Selain itu, kapolda juga mengibaratkan hubungan kebersamaan ini seperti pasangan suami istri, walaupun serumah tapi sering cekcok itu hal yang biasa.


"Kami sendiri seiring sejalan dengan pers, selama saya bertugas kurang lebih 28 tahun yang bisa membesarkan kita tidak lain tidak kurang juga memang pers. Dan kita ini kayak suami istri, di tinggal engkok bojo dewean, gak di tinggal kok yo ngunu, (ditinggal nanti istri sendirian, tidak ditinggal kok begitu). Ngeroweng iyo (menggerutu iya) tapi tetap satu rumah. Seperti itulah hubungan kita ini." Ucapnya Putra Daerah berpangkat Jendral bintang dua itu. 


Diharapkan, dengan kemesrahan yang terjalin antara Kepolisian dengan Wartawan ini terus terjaga, seiring dengan upaya penangan pandemi Covid-19 yang masih menghantui Indonesia khususnya Jawa Timur.

Kapolda Berikan Surprise Ke Wartawan Polda Jatim Peringati HPN ke-75

 


Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, berikan surprise kepada awak media di Hari Pers Nasional (HPN) ke-75, 2021. Hal ini merupakan bentuk kebersamaan tanpa batas antara Pejabat dengan Wartawan yang biasa meliput di Polda Jatim.


Kegiatan tumpengan sederhana yang dilakukan oleh wartawan Kelompok Kerja (Pokja) Polda Jatim ini kerap dilakukan saat peringatan HPN tiba, mereka kerap mengisi acara tersebut dengan pengajian khataman Al-Quran, maupun hanya sekedar potong tumpeng secara sederhana saja.


Namun di peringatan HPN kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, orang nomer satu di Kepolisian Daerah Jawa Timur ini tiba-tiba datang dengan membawa kue tar, seluruh awak media yang hadir merasa terkejut dengan kedatangan Jenderal Bintang dua itu. 


Keakraban sangat terasa di peringatan HPN ke-75, yang berlangsung di Gedung Konferensi Pers Polda Jatim, pada Selasa (9/2/2021) ini. Canda tawa, senda gurau, tak terelakkan antara Kapolda dengan Wartawan Pokja Polda Jatim.


Dalam kesempatan ini Kapolda Jatim mengucapkan selamat Hari Pers Nasional, dan berterimakasih kepada Pers, karena selama bertahun tahun menjadi pejabat di Kepolisian dan membesarkan namanya tidak lain insan pers. 


Selain itu, kapolda juga mengibaratkan hubungan kebersamaan ini seperti pasangan suami istri, walaupun serumah tapi sering cekcok itu hal yang biasa.


"Kami sendiri seiring sejalan dengan pers, selama saya bertugas kurang lebih 28 tahun yang bisa membesarkan kita tidak lain tidak kurang juga memang pers. Dan kita ini kayak suami istri, di tinggal engkok bojo dewean, gak di tinggal kok yo ngunu, (ditinggal nanti istri sendirian, tidak ditinggal kok begitu). Ngeroweng iyo (menggerutu iya) tapi tetap satu rumah. Seperti itulah hubungan kita ini." Ucapnya Putra Daerah berpangkat Jendral bintang dua itu. 


Diharapkan, dengan kemesrahan yang terjalin antara Kepolisian dengan Wartawan ini terus terjaga, seiring dengan upaya penangan pandemi Covid-19 yang masih menghantui Indonesia khususnya Jawa Timur.

Senin, 08 Februari 2021

Kapolda Tinjau Korban Banjir di Jombang

 





JOMBANG, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Selasa (9/2/2021) siang, meninjau tempat pengungsian bencana banjir di Balai Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang.


Kapolda Jatim Irjen Nico menyebutkan, bahwa jajaran TNI, Polri siap membantu masyarakat yang terkena dampak bencana banjir. Nantinya, jajaran TNI, Polri akan disiagakan untuk bisa membantu korban bencana banjir yang terjadi di Jombang.


"Kami khususnya TNI, Polri siap membantu masyarakat korban bencana banjir di Kabupaten Jombang," sebut Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, usai meninjau di posko kesehatan.


Selain meninjau di Balai Desa Gondangmanis, tempat untuk mengungsi warga yang sekaligus posko kesehatan. Kapolda Jatim juga memberikan bantuan sosial kepada korban bencana banjir. Hal ini untuk meringankan beban warga yang terdampak akibat bencana banjir.


"Bantuan yang kami berikan ini berupa beras dua ton, paket bantuan berisi obat-obatan dan juga dua ribu masker, semoga bantuan ini bisa meringankan beban korban bencana," tambahnya.


Usai meninjau lokasi pengungsian, Kapolda Jatim melanjutkan meninjau rumah-rumah warga yang masih terkena banjir yang sampai saat ini belum surut.


Dengan menggunakan sepatu boots dan berjalan kaki, Kapolda Jatim menuju rumah warga yang masih terendam banjir. Ditengah perjalanan, Kapolda Jatim menyempatkan tegur sapa dengan masyarakat yang mengungsi didalam tenda darurat.


Saat menuju lokasi ke rumah warga yang masih terendam banjir, Kapolda Bersama Wakil Bupati Kabupaten Jombang. Menaiki perahu karet milik Sat Brimob. Kapolda Jatim juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang masih bertahan didalam rumah.


Jika masih ada masyarakat yang ada didalam rumah maupun tenda darutat, diharapkan nantinya dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Hal ini dikarenakan untuk mmengantisipasi jika hujan kembali turun.


"Jika masih ada masyarakat yang bertahan di rumah kaupun tenda, nantinya bisa segera dievakuasi ke posko kesehatan," jelasnya.


Selain itu untuk membantu korban bencana yang terjadi di Jawa Timur. Kapolda Jatim, Irjen Nico, juga telah membentuk "Satgas Bencana", mereka ini dari jajaran Brimob dan Samapta.


Satgas ini nantinya berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah di Jatim, terkait dengan bencana alam yang terjadi. Untuk melakukan pengecekan dan pencegahan jika terjadi bencana.

HMI Sukses Gelar Kongres Ke XXXI di Surabaya Dan Mengucapkan Terimakasih Pada Forkopimda Jawa Timur

Gubernur Jatim, Pangdam V / Brawijaya dan Kapolda Jatim, Jumat siang (26/3/2021) melakukan silaturahmi dengan Himpunan Mahasiswa Islam Indon...